tanya kenapa ?
pernah dengar kalimat itu nggak ? hmmmm....aku yakin pasti semua udah pernah denger. kalo blom pasti jarang nonton TV(sebenarnya sudah diujikan juga ke satu orang responden yg jarang nonton tv dan hasilnya responden tersebut tau beserta nama produk iklannya juga, jadi kuanggap semua tau). kalimat itu merupakan slogan dari iklan rokok yang terkenal di negeri ini. bacanya dengan nada yang khas y..(tapi susah nyontohinnya, aku males ngerekam suaraku trus upload disini. kurang kerjaan aja..yah, ntar kalo masih blom tau bisa nanya ke aku langsung aja gmana nada dan lafal pengucapannya).
hmmm..bukan bermaksud mendukung iklan rokok untuk mengajak sodara2 semua nyobain rokok merk itu. tapi lebih ke...makna dari kalimat itu. entah kenapa aku sering terusik dengan kalimat itu. "tanya kenapa ???" aku mengenalnya dari sindiran tuan besar (daddy) pada suatu hari di suatu senja (hahahaha, berlebihan, apa sih istilahnya, lebai ya?? halah2) dan mulai merasa terusik saat pertengahan kuliahku.
coba sodara2 semua pikirkan sejenak, pernah nggak mengalami atau melakukan sesuatu yang sebenarnya tidak diperbolehkan tapi karena akibat dari pelanggaran itu bisa 'dianggap' kecil, maka kita tetep melakukannya. nah seperti itulah apa yang dibenakku saat ini. ketika aku melakukan hal2 tersebut, suara iklan itu seperti terngiang di telingaku. terkadang aku juga ikutan bergumam pelan..."tanya kenapa ?"..kemudian rasa bersalah hadir (meskipun telat)..dan besoknya tetep aja mengulanginya lagi. ingin hati suatu saat bisa melepaskan diri dari rasa bersalah itu. ingin bisa menghilangkan kelakuan yang tidak baik itu. tapi tetep aja susah. karena tiap akan melakukannya, berpikir, oh, nggak akan terlalu menjadi masalah buatku atau buat orang lain. dan buatku, slogan itu lumayan membantu. menghadirkan rasa bersalah ama diri sendiri ketika melakukannya dan menghadirkan rasa bangga ama diri sendiri pula ketika bersedia menghindarinya...jadi seperti mengamati dan menilai diri kita sendiri.
contoh konkret nih, biar nggak pada bingung. beberapa perbuatan yang telah kulakukan dan membuat slogan itu terngiang di telingaku adalah :
1. dulu, di keputih, daerah kos2an ku pas kuliah, ada tempat yang tidak terjamah polisi, maksudnya kalo kita motoran di tempat itu dan nggak pake helm, cenglu (gonceng telu, boncengan bertiga maksudnya, 1 motor 3 orang), ato pake motor pretelan itu bakal oke2 aja.gak ada yang kasih tilang. aku sendiri kalo keluar dari kos dan ada perlu sebentar nggak pake keluar dari tempat itu biasanya suka2 gitu nggak pake helm, tentunya sambil bergumam...tanya kenapaaaa ???...yang akhirnya tersadar beberapa saat di depan pintu pagar kos untuk kembali masuk mengambil helm...dan itu terjadi berulang kali..meskipun juga terkadang tetap aja kulanggar.tapi aku akhirnya bener2 bisa tersadar karena ada suatu kejadian, ada seseorang yang mengalami kecelakaan, kepalanya terluka karena nggak pake helm di daerah situ, dan aku liat langsung korbannya saat itu.
2. pas aku kerja di daerah kenjeran surabaya, aku mesti harus berputar arah yang lumayan jauh untuk menuju ke kantorku. di lain sisi, ada jalan cepat dengan memotong jalan tepat di depan kantorku. nah, di situ jarang ada polisi kalo pagi, jadi pelaku pemotongan jalan banyak banget.pertama aku ragu, beberapa hari kemudian sudah jadi ahli motong, slogan "tanya kenapa?" semakin mengiang kencang di telingaku, gumamanku juga berubah volume(maklum, ngomong ato nyanyi2 sendiri di jalan pada posisi mulut tertutup slayer tidak masalah untukku.hehehe)..hingga akhirnya, aku memutuskan keluar dari kerjaan ku itu (bukan masalah motong jalan, tapi alasan lain yang lebih krusial).dan aku sedikit merasa lega, karena perbuatanku itu tidak akan kuulangi lagi saat ini, mengingat aku nggak akan kembali kesana.
3. minum air banyak2 pas mau tidur..hmmmm..mestinya jangan, karena bakalan mengganggu acara tidur kita. tapi rasanya bikin lega dan seger badan, sehingga bisa cepat terlelap (mengingat aku yang orangnya susah tidur..)..walhasil malam2 suka bangun beberapa kali buat ke kamar kecil.tanya kenapa ?????? tapi tetep aja nggak bisa diilangin.
dan banyak lagi yang lain kayak baca di tempat gelap, baca sambil tiduran (seperti yang kulakukan saat ini...tanya kenapaa ????), tidur sambil tengkurap, sampe susah konsentrasi (suka nggak nyambung tanpa alasan nggak jelas)...yah, setidaknya slogan itu bisa membuat hal2 tersebut kadang2 batal kulakukan. mungkin inilah yang namanya sadar karena faktor internal. mungkin orang lain juga punya cara2 sendiri untuk berubah menjadi yg lebih baik.
hmmmmm.lagi2 cerita absurd. ya sudah lah..oia, pas nulis ini lagi malam iedul fitri..so...

